Tidak sedikit para pelajar yang menuntut ilmu di luar daerah asalnya. Banyak alasan yang mendasari keputusan ini, salah satunya adalah karena ingin menimba ilmu di institusi pendidikan yang lebih baik dalam hal kualitas dan hal-hal lainnya yang memang tidak terdapat di daerah asal.
Salah satu contoh pelajar yang demikian itu adalah para pelajar asal Cirebon, salah satu daerah di Jawa Barat. Di daerah ini, para lulusan sekolah menengah atas dan yang sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan di institusi pendidikan tinggi seperti Universitas lebih banyak yang memilih untuk mendaftar di lembaga pendidikan tinggi di luar Cirebon.
Meskipun fenomena ini nyata terjadi demikian, namun kepedulian mereka pada daerah asalnya (khususnya dalam hal pendidikan) tetap ada, bahkan tinggi. Seperti halnya kepedulian mahasiswa asal Cirebon yang berkuliah di Universitas Indonesia (UI). Secara statistik, jumlah mahasiswa asal Cirebon yang berkuliah di UI meningkat dari tahun ke tahun. Ini adalah salah satu sumbangsih paguyuban mahasiswa yang didirikan di UI oleh para mahasiswa asal Cirebon ini.
Paguyuban ini bernama Makara Cirebon. Secara pasti kapan tanggal berdirinya paguyuban ini belum diketahui dengan jelas. Sebab saat pertama kali didirikan, menurut salah satu pendirinya, paguyuban ini hanya bertujuan untuk menjadi wadah para mahasiswa asal wilayah tiga Cirebon (CiAyuMajaKuning = Cirebon (kota dan kabupaten), Indramayu, Majalengka dan Kuningan) yang bisa menjadi ‘rumah’ bagi para mahasiswa asal wilayah tiga Cirebon tersebut di UI. Agenda yang sering diadakan adalah “kumpul bareng” anggota paguyuban ini, meskipun agenda yang bersifat sosial dan kepedulian terhadap Cirebon sudah direncakan, namun belum sepenuhnya optimal dan belum menunjukkan hasil yang ‘wah’. Oleh karena itulah hal-hal yang bersifat administratif seperti pengarsipan waktu berdiri dan sebagainya belum menjadi perhatian yang penting saat itu, alhasil sampai sekarang kapan tepatnya paguyuban ini didirikan belum diketahui secara pasti.
Seiring dengan perjalanannya, paguyuban ini telah berkembang dan menuju ke arah yang semakin baik, baik dari segi kuantitas anggotanya, manajemen keorganisasiannya maupun aktivitas-aktivitasnya. Sejak tahun 2004, paguyuban ini telah diupayakan sedemikian rupa oleh pengurus barunya (mahasiswa angkatan 2004) agar menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat baik bagi pengurus dan anggota maupun bagi Cirebon. Alhasil, manajemen organisasi semakin baik yang ditandai dengan pendataan anggota semakin rapih dan tersimpan, program kerja mulai dirapatkan, disusun dan dilaksanakan, bahkan nama paguyuban ini mulai memiliki nama panjang (Makara Cirebon = Mahasiswa Keluarga Cirebon. Mulai tahun 2008 Makara Cirebon memiliki nama panggilan baru di kalangan internal, yakni Makabon, agar lebih familiar di kalangan internal), dan lain-lain.
Agenda yang sering diadakan paguyuban ini untuk menjaga keeretan anggotanya diantaranya adalah acara gathering penyambutan mahasiswa baru, buka puasa bersama, mudik bareng, dll. Sedangkan agenda yang diadakan sebagai wujud kepedulian pada Cirebon adalah Bedah Kampus UI di Cirebon.
Bedah Kampus UI (sekarang bernama UI Goes To Cirebon) merupakan agenda besar paguyuban ini yang akan diadakan setiap tahun. Wacana agenda ini sudah ada sejak awal-awal berdirinya paguyuban ini. Di tahun 2005 agenda ini hampir terrealisasi, namun ternyata tidak bisa dilanjutkan karena ada beberapa masalah saat itu. Namun semangat dan cita-cita untuk melaksanakan agenda ini sangat tinggi, dan alhamdulillah pada Januari 2008 agenda ini mampu dilaksanakan dengan sukses. Pelaksanaan agenda ini di Cirebon merupakan salah satu wujud keinginan mahasiswa Cirebon di UI untuk menunjukkan kepedulian mereka pada Cirebon, daerah asal mereka. Lebih spesifik lagi kepedulian ini adalah kepedulian pada pendidikan di Cirebon. Meskipun tidak berkuliah di Cirebon, mereka masih memberikan perhatian pada kondisi pendidikan di Cirebon. Perhatian itu sering ditujukan pada pertanyaan : kenapa pelajar Cirebon tidak banyak yang tertarik dan mau berkuliah di Universitas Indonesia, padahal UI adalah Universitas terbaik di Indonesia yang bisa menjadi salah satu jalan mendapatkan kesempatan untuk kehidupan yang lebih baik? . Seandainya saja semakin banyak mahasiswa Cirebon yang berkuliah di UI maka akan semakin besar kemungkinan masyarakat Cirebon yang akan memiliki pendidikan dan kehidupan yang lebih baik. Pertanyaan dan pemikiran inilah yang selalu menjadi semangat paguyuban Makara Cirebon untuk mengadakan ‘pencerdasan’ tentang UI di kalangan pelajar Cirebon.
26 Januari 2009 merupakan waktu yang sudah dicanangkan oleh Makara Cirebon sebagai pelaksanaan acara Bedah Kampus UI untuk yang kedua kalinya di Cirebon. Tahun ini acara yang semula bernama BK UI berubah menjadi UIGTC (UI Goes To Cirebon). Sampai pada saat tulisan ini diketik, panitia UIGTC sedang berjuang keras penuh semangat melakukan roadshow ke sekolah-sekolah di Cirebon sebagai rangkaian acara UIGTC itu. Selain sebagai media promosi, roadshow ini juga menjadi bukti kesungguhan dan pengabdian Makara Cirebon pada Cirebon. Makara Cirebon ingin ketertarikan pelajar pada acara ini tinggi sehingga mereka akan mendaftar sebagai peserta acara ini. Dengan keterlibatan mereka pada acara ini maka informasi-informasi tentang UI akan semakin tersampaikan pada mereka dan mereka bisa lebih tertarik untuk berkuliah di UI dan bersemangat untuk mendapatkan ‘tiket’ ke UI.
Banyak hal yang bisa diberikan para ‘mahasiswa rantau’ bagi daerah asal mereka. Mahasiswa Cirebon di UI yang tergabung dalam Makara Cirebon sudah menunjukkan i’tikad baik mereka untuk menjadikan paguyuban ini menjadi ‘rumah’ yang nyaman bagi anggotanya dan menjadi organisasi yang bermanfaat bagi Cirebon, terutama dalam hal pendidikan. Jika sampai detik ini sumbangsih yang diberikan baru sebatas pelaksanaan event yang bernuansa pendidikan, bukan hal yang mustahil jika di waktu-waktu mendatang akan ada serangkaian agenda yang lebih memberi manfaat bagi Cirebon. Semoga tulisan dan semangat mahasiswa Cirebon ini akan bisa menambah semangat bagi mahasiwa rantau dari daerah lainnya untuk lebih membangun daerah asalnya.
“Jangan pernah meremehkan hal yang kecil karena sesuatu yang besar adalah proses transformasi dari sesuatu yang kecil, tidak ada status besar jika status kecil ditiadakan”
Semangat dan Salam hangat selalu untuk panitia UIGTC yang tidak pernah menyerah sampai detik ini !
Makara Cirebon..seduluran selawase..
Wsslmkm.